Monday, April 1, 2019

20 Tips Mendidik Anak (Parenting)

Share it Please
Anak merupakan amanah bagi seluruh orang tua. Anak bisa menjadi seperti apa itu bergantung kepada pola asuh yang orang tua nya terapkan. Sehingga nantinya Allah akan bertanya kepada para orang tua kurang lebih seperti ini “Bagaimanakah Dahulu Engkau Mendidik Anak-Anak mu. Bagimana Pertanggungjawaban mu sebagai orang tua?” Untuk itu telah menjadi kewajiban kita dalam mendidik anak sesuai dengan aturan yang telah Allah berikan. Terdapat beberapa tips ketika mendidik anak. Langsung saja dibawah ini merupakan beberapa strategit jjitu dalam mendidik anak yang untuk lebih lengkapnya anda bisa kunjungi https://www.catatanpenafitri.com/





Prinsip 01 – Orang tua merupakan penanggung jawab utama dari pendidikan si anak. Sehingga anda tidak boleh membebankan ke orang lain contohnya pembantu, saudara terutama jangan menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan anak kepada sekolah maupun guru



Prinsip 02 – Orang tua wajib memiliki ilmu pengetahuan tentang mendidik anak. Didalam psikologi perkembangan, pada setiap masa perkembangan anak terdapat tugas-tugas perkembangan yang wajib segera diselesaikan oleh anak. Orang tua harus terus belajar terutama dalam bidang parenting dan psikologi anak sekaligus menerapkannya.



Prinsip 03 – Orang tua harus memberikan kelonggaran waktu, fisik, pikiran serta dirinya kepada anak. Ada banyak orang tua yang selalu bersama anak namun hati, pikiran dan perhatiannya malah ke tempat yang lain. Selalu hadirkan diri anda seluruhnya bersama anak. Selalu sempatkan beri perhatian serta hormatilah anak khususnya ketika mereka sedang berkomunikasi dengan anda,



Prinsip 04 – Orang tua harus memberikan kasih sayang secara adil kepada anak. Anak yang tumbuh dalam kondisi kurang perhatian dan kasih sayang akan sulit berkembang dengan baik. Namun sebaliknya, anak terlalu dimanjakan dengan kasih sayang hasilnya juga tidak baik karena anak tidak bisa belajar untuk bersabar serta menunda hasratnya apabila terlalu dimainja.



Prinsip 05- Orang tua wajib konsisten. Apabila orang tua tidak konsisten, maka anak akan menjadi bingung. Anak akan menjadi tidak disiplin dan sering tidak taat kepada aturan ataupun perintah orangnya disebabkan dia kebingungan dengan sikap mana yang harus dia ambil.

Prinsip 06 – Perhatikan apa yang anak makan: wajib halal, baik sehat dan bergizi. Makanan cukup penting dalam memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan serta perkembangan anaj. Makanan yang haram serta tak sehat dapat merugikan anak sehingga anda tidak boleh membeli ataupun menyimpan makanan yang tidak bagus didalam rumah kemudian memberikan kepada anak.

Prinsip 07 – Tunjukkan keteladanan. Seorang anak kecil belajar dengan cara modelling yaitu dengan cara mengamati serta meniru orang dewasa di sekitarnya. Selalu berikan contoh sikap dan perilaku yang baik didalam kehidupan sehari-hari. Anda tidak boleh reaktif serta emosional pada saat berperilaku dan berbicara. Ingat, anak anda akan menirunya. Bersikap dan Berperilakulah sesuai dengan petunjuk yang sudah diberikan oleh Rasulullah.

Prinsip 08 – Asah terus perilaku yang diinginkan. Anak kadang-kadang bertingkah baik dan orang tua menyukainya. Akan tetapi orang tua sangat jarang mengapresiasi serta memberikan pujian untuknya. Penghargaan itu sangat diperlukan untuk setiap sikap dan perilaku yang diharapkan. Penghargaan tidak harus sebuah barang malinkan apresiasi dan kata-kata pujiann dan sentuuhan positif akan memiliki nilai yang bagus



Prinsip 09 – Bersahaja dalam berdisiplin. Ketika mulai belajar disiplin anda tidak boleh terlalu keras misal mudah memukul, menampar dan ebagainya. Anak akan belajar mengenai kekerasan, permusuhan serta agresi. Dan jangan pula lemah dan serba boleh kepada anak. Dia dapat belajar menjadi orang yang berperilaku bebas tanpa mengindahkan peraturan serta otoritas yang berwenang. Diperbolehkan untuk memukul anak usia 10 tahun yang tidak mau sholat namun hanya sesekali saja. Dengan demikian dia akan belajar tentang konsekuensi dari tindakan negatifnya.



Prinsip 10- Ajarkan Sikap Berbagi, Sifat dasar anak itu biasanya egois dan egosentriis sehingga dia perlu diajarkan untuk peduli serta memikirkan orang lain. Apabila anda memiliki dua anak, anda dapat membelikan satu kue serta satu buah. Anak pertama diberikan kue sementara anak kedua diberikan buah. Kemudian ajarkan bagaimana cara berbagi supaya keduanya memperoleh bagian kue dan buah. Apabila anda hanya memiliki anak satu maka bisa diajarkan untuk berbagi dengan ayah, ibu, kerabat maupun tetangga. Coba ambil momen-momen penting seperti Idul Fitri dan idul Adha dalam mengajarkan anak berbagai kepada sesamanya.



Prinsip 11 – Perhatikan Lingkungan bermain anak. Orang tua wajib menentikan yang paling baik untuk anak mulai dari acara TV, jenis dongengn, bacaam mainan dan hal-hal yang terlihat sepele tetapi sebenarnya dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Bahkan orang tua juga harus membatasi maupun menghentikan acara TV, video game, dan film yang didalamnya terkandung muatan agresi serta pornografi.


Prinsip 12 – Ajarkan anak tentang adab. Anak wajib diajarkan sopan santun, tata krama, serta abda dan norma lainnya. Misalnya, anak perlu meminta izin sebelum masuk ke kamar orang tua pada jam tertentu misal sehabis isya, sebelum subuh serta setelah dzuhur. Anak juga wajib diajarkan dan dibiasakan makan menggunakan tangan kanan serta duduk. Anak wajib belajar bagaimana cara menghargai tetangga dan sebagainya.




Prinsip 13 – Bedakan kamar tidur anak pria dan anak perempuan. Pendidikan tentang seksual beserta cara mencegah penyimpangannya dapat diajarkan kepada anak-anak sejak kecil. Memisahkan kamar tidur serta kamar mandi merupakan salah satu contoh pengkondisian, pencegahan serta pendidikan seksual sejak kecil. Beberapa contoh lainnya yaitu memberikan pengertian tentang menutup aurat terutama untuk anak perempuan, memberikan pemahaman tentang anggota tubuhnya terutama bagian-bagian vital dan hal ini harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan anak.


Prinsip 14 – Ajarkan Kemandirian. Pengajaran mengenai Larangan dan batasan dapat membuat anak belajar mengendalikan diri. Namun sebaliknya, kebebasan dapat membuat anda terdorong untuk melakukan seluruhnya sendiri sehingga membuatnya semakin mandiri dan punya inisiatif. Kedua diperlukan dan butuh diatur supaya anak memiliki kemandirian yang terukur, keberanian serta pengambilan resiko yang tidak bisa membabi buta. Ajarkan juga kemandirian ketika mengambil keputusan. Jangan dipaksakan semua keinginan anda kepada anak-anak. Selalu ajarkan anak untuk mencari solusi alternatif, memproses semua informasi yang masuk serta membuat keputusan yang bijak.


Prinsip 15- Perhatikan pendidikan anak. Selalu amati perembangan anak keetika berada disekolah. Bantulah anak anda ketika belajar bukan membantunya untuk mengejarkan PR dari sekolah. Karena PR merupakan indikator guru untuk mengetahui perkembangan belajar si anak. Carilah soal lain yang hampir mirip kemudiann ajari anak untuk menyelesaikan soal tersebut. Selalu berkomunikasi dengan pihak sekolah dan guru-guru yang biasa mengajar anak anda. Carilah sekolah dengan kualitas guru yang bagus serta mengajarkan nilai-nilai ke islaman karena sebagain besar waktu akan habis disekolah bersama teman dna gurunya.




Prinsip 16- Selalu luangkan waktu untuk membaca serta memahami AL -Qur;an bersama anak. Sepuluh hingga lima belas menit merupakan waktu yang cukup untuk membaca Al-Qur’an, mengerti melalui terjemahan serta tafsir kemudian mengajarkannya kepada anak. Apabila anda konsisten dalam menjalankannya, efek bola salju pada anak akan segera anda lihat. Ajarkan pula cabang ilmu islam yang lain misal Fikih, Akhlaq, Shirah nabawi, sejarah islam serta wawasan islam lainnya.


Prinsip 17 – Ketika mulai remaja, jadikan anak sebagai partner. Saat anak anda sudah beranjak remaja maka jadikanlah sebagai partner dalam berbagai macam kegiatan misal belanja, memasak, memberi makan peliharaan, memperbaiki sesuatu, mengatur urusan keluarga dan lain sebagainya. Mereka akan merasa lebih bertanggung jawab serta sanggup menghadapai realitas kehidupan. Saat anak anda sudah remaja, maka cara pendidikan kepada anak juga berubah. Seringlah berdiskusi dengan anak anda tentang apapun terutama bakat serta minatnya.


Prinsip 18 – Apabila sudah diras mampu maka nikahkan. Saat ini perkembangan dunia sangat mengerikan. Dunia barat mengekspansi dengan pemahaman liberal mereka. Mereka melagalkan sex bebas dalam berbagai macam media iklan baik cetak maupun elektronik tanpa bisa dibendung. Apabila anak anda terpapar pemahaman ini dalam waktu lama ditakutkan akan menyebabkan anak terjerumus kedalam pergaulan sex bebas. Menikah menjadi salah satu solusi jitu selain Puasa.


Prinsip 19- Selalu Doakan anak anda. Ada banyak sekali doa entah itu didalam Al-Qur’an maupun didalam hadits Rasulullah yang mengajarkan berdoa untuk kebaikan anak anda. Dibawah ini adalah salah satu contoh doa untuk kebaikan anak anda.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74)



Prinsip 20- Ajarkan Anak tentang Tauhid Sejak Kecil. Hal ini merupakan yang terpenting sehingga saya letakkan di akhir. Selalu ajarkan dan jangan pernah lelah untuk menanamkan Tauhid bahwa tidak ada yang pantas disembah kecuali Allah.



Nah demikian 20 Tips untuk mendidik anak yang sederhana. Semoga anda bisa memperoleh ilmunya serta langsung menerapkannya ke keluarga anda,

No comments:

Post a Comment

Blogroll

Blogroll

About